Kamis, 02 September 2010


 
  02 September jam
Assalamualaikum wr wb.

Betapa Sedikit Syukur Kita


Bismillaahirrahmaanirrahiim


Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (QS. Ibrahim 14:7)

Assalaamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh

Sahabat.. Bersyukurlah kepada Allah, walau bagaimanapun adanya dirimu, karena sungguh.. tiada ada satupun yang terjadi, melainkan semua itu adalah atas kehendak-Nya.

Dulu, ada seorang anak kecil, perlahan-lahan ia berusaha mengejar cinta Tuhan-nya, berusaha untuk sholat lima waktu tapi tak pernah bisa, akhirnya.. suatu ketika keinginan itu terwujud di usianya 9 tahun. Ia begitu bahagia.. sangat bahagia sekali..

Tapi alangkah kagetnya ia, usai shalat, seakan ada yang berbisik, "...., umur 20 tahun engkau meninggal..," ia begitu kaget sekali, bertahun-tahun ia hidup dihantui ketakutan, sering jatuh sakit, karena walau sakit sekecil apapun, jika difikir berat, sakit itu sesuai dengan fikiran kita.

Saat cobaan itu datang, yang ada di benaknya hanya satu, bisa menjalani hari-hari dengan baik, tidak terfikir nanti apakah bisa menikah, mengandung dan punya anak. Ia malu terus-terusan menyusahkan orang tua, terkadang jika sakit itu datang, hanya dipendamnya sendiri, airmatanya sering mengalir, sadar akan banyak dosa-dosanya, sadar akan sedikit sekali bekalnya, sadar akan sedikit sekali syukurnya.

Ketika sakit itu reda dan ia kembali sehat, betapa senangnya ia bisa menjalani hari-hari lagi, berusaha mengejar lagi ibadah-ibadahnya yang tertinggal, ia mohon pada Allah diberikan jodoh, namun sang pangeran itu tak kunjung datang.

Silih bergantinya siang dan malam, bilangan hari yang berganti tahun, begitupun dengan kondisi kesehatannya, anak itu tumbuh menjadi wanita dewasa, dalam hati ia bertanya-tanya, mengapa aku belum juga dipanggil Tuhan?, sedangkan usiaku sudah menjelang seperempat abad?!, Ya Allah, bukan maksud hatiku mendahului keputusan-Mu,...

Dari pengalaman yang panjang, dari jatuh bangun kehidupan, tibalah ia pada suatu kesimpulan, "Aku harus berusaha semaksimal mungkin di dunia ini untuk kehidupanku di akhirat kelak, karena sungguh, batas usia adalah takdir Allah yang tidak boleh kita dahului,"

Karena itu sahabatku, bersyukurlah akan bagaimanapun keadaan dirimu, jikalau kita melihat di bawah, sungguh.. masih banyak yang lebih menderita dari kita.

Jikalau engkau belum menikah, bersyukurlah.. karena dirimu masih diberi kesempatan untuk berbakti pada orangtua, jikalau tiba masanya nanti, butiran airmata akan mengalir dari kelopak matamu, sedih harus meninggalkan orangtua yang begitu tulus menyayangi kita, sedih berpisah dengan Bunda yang berpayah lelah mengandung, melahirkan dan membesarkan kita, sedih berpisah dengan ayah yang rela membanting tulang agar kita bisa makan dan hidup layak, sedih berpisah dengan saudara-saudara yang selalu mau meringankan beban kita Ya Allah, betapa sedikit sekali syukurku pada-Mu..

Jikalau engkau telah menikah, namun pendampingmu tak sesuai dengan impianmu, bersyukurlah.. karena sungguh, kekurangan itu tak sepadan dengan kelebihannya. Wahai sahabatku yang kusayang karena Allah, bukankah pernikahan adalah suatu bentuk perjanjian yang amat kuat dan kokoh?, pendampingmu adalah amanah terbesar yang Allah titipkan kepadamu, karena itu, bersyukurlah.. setiap kita tak akan pernah ada yang sempurna, jadi bagaimanakah mungkin kita bisa berharap pasangan kita akan sempurna?, belajarlah menerima kekurangannya, ikhlaslah dalam mendidiknya, jadikan ia sebagai sahabat sejatimu di dunia ini, insya Allah.. sorga dunia berada dalam genggamanmu.

Jikalau kita lebih dalam merenung hidup yang tinggal sepenggalan ini, kembali menuju Allah, akan membuat kita jauh lebih tenang dan bersyukur.. Sahabat, sungguh.. Allah selalu bersamamu.., Ia sungguh sangat menyayangimu..

Wasalaamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.

Wassalam.sumber:internet 
 
 

SERBA SERBI PANTUN IBU PERTIWI


SERBA SERBI PANTUN IBU PERTIWI
kecewa dengan sikap pemerintah yang kurang tegas terhadap pemerintah malaysia, juga terhadap penegak kan hukum di negeri ini. yang terkesan tebang tebu alias tebang pilih, yang salah bisa jadi benar, yang benar bisa jadi salah, selagi uang yang berbicara, semua jadi binasa dan celaka
apa mau dikata wong presiden nya bukan saya, kalau saya yang jadi presiden nya , satu kata : ganyang malaysia, hohohoh



ini unggas bukan sembarang unggas
unggas unggul dari buluh cina
pak presiden RI haus tegas
berani membela tanah air tercinta


ini ayam  bukan ayam buras
ini ayam bangkok dari surakarta
jika kedaulatan bangsa telah dirampas
kita harus siap perang, angkat senjata


alangkah elok alam danau toba
padi menguning di hamparan sawah
menjadi pemimpin harus lah bijaksana
menepati janji dan tak melanggar sumpah


menanam lobak di dalam tanah
potong kayu pakai gergaji
seorang pemimpin haruslah amanah
jangan hanya bisa mengumbar janji


untuk apa kain kebaya
jika kebaya warnanya pudar
persiapkan diri dengan seksama
sebab tanggung jawab sangat besar


bila tuan menangkap burung tekukur
janganlah pukat dicampur kemiri
aparat penegak hukum haruslah jujur
menegakkan hukum sesuai konstitusi


angsa dua dari kota jambi
terdapat museum warisan budaya
bila perilaku korupsi menjadi jadi
alamat negeri ini menuai bencana




BY : BINTANG KEJORA
PEKANBARU RIAU
SEPTEMBER 02 2010

Renungan untuk suami-suami: Bila Istri Cerewet



from : Pencari Kebenaran 01 September jam
Assalamualaikum wr wb.

Renungan untuk suami-suami: Bila Istri Cerewet



Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun cerewet.


Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa. Menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?

1. Benteng Penjaga Api Neraka

Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat.

Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat.

Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

2. Pemelihara Rumah

Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran.

Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.

3. Penjaga Penampilan

Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu

4. Pengasuh Anak-anak

Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.

5. Penyedia Hidangan

Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.

Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji.

Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.


Wassalam.sumber:internet

WallahuAlam. 
 
 

Rabu, 01 September 2010

SAJAK SERBA SERBI



: SERBA SERBI ( SERBA AROMA SERABI )


( 1 ) DEBAR :

ada pendar cahaya rembulan
mekar di wajahmu
ada degup cumbu
di detak bibirku

( 2 ) kasmaran :
 
bumi gonjang ganjing
memberi isyarat tsunami cinta
yang berkecamuk
di dalam dada


( 3 ) jatuh cinta :

ku lihat ada debar cinta
di binar bola matamu
ku raba ada degub asmara
yang menggelinyang di dadaku

( 4 ) RINDU MENGGELINYANG:

Udara sejuk sedan
meradang hatiku gamang
Namamu ku dendangkan
pada lagu ”layang-layang selayang pandang”

( 5 ) gigil rindu:

bulan pucat pasi
meraung raung sendiri
menahan gigil angin
rindu padamu kekasih

( 6 ) memadu kasih :

aku ingin duduk bersamamu
ditaman kota malam ini
dibawah cahaya rembulan
mememetik bintang gemintang
yang bersinar di dalam hati kita


 BY : BINTANG KEJJORA

LANGIT PELALAWAN , SEPTEMBER 01 2010



BUNDA ADA DAN TIADA DIRIMU


 
29 Agustus jam 
 
Assalamualaikum wr.

Ketika manusi terlahir di dunia percayalah ia tidak datang dengan kebetulan. Keberadaannya merupakan hasil karya yang begitu mengagumkan proses pembentukannyapun begitu menakjubkan, ada sentuhan sentuhan atas dasar kekuasaan yang tiada tara , kun fa ya kun - jadilah maka jadilah, tentunya tidak secara ajaib manusia itu terbentuk ada proses penciptaan sebaik-baiknya bentuk tersebut .tak ada cela dan tak ada yang mampu menandingi kesempurnaan ciptaan Rabbul Izzaati,

Manusi adalah makhluk yang di ciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk , ia tercipta berbeda dengan makhluk bumi lainnya ia lah pemegang amanah besar dunia ini yakni khalifah fil ard. Peranannya didunia tak lepas dari peran besar seorang sosok perkasa yang di beri nama ibu… kepadanyalah muara kasih berlabuh.

Tatkala seorang insane baru terlahir dalam keadaan tidak mengetahui apapun dan Allah mengenugrahkan kepadanya pendengaran, penglihatan dan hati agar ia bersyukur (QS. An-Nahl 16 : 78) maka siapalah yang pertam-tama merespon dan menjadikannya berdaya guna selain ketelatenan seorang Ibu…

Allah special menitipkannya kepada seorang perkasa sejak dalam kandungan mula, Allah jadikan Rahim ( tempat yang Kokoh) sebagai tempat bernaungnya individu baru,

Tampak jelas begitu susahnya keberadaan makhluk asing di tubuh manusia yang bernama wanita, namun adakah dari mereka yang sudi berkeluh kesah marah atas karunia terbesar dari Rabbnya itu… ia hanya mampu mendesah lelah namun percayalah desahnya, keluhnya, lelahnya serta kucuran keringatnya tak berarti urung mengandung, ia masih saja sempat tersenyum, dan berharap-harap kapankah sang buah hati itu terlahir.. resahnya ia menanti semakin menguatkannya untuk tetap mampu bertahan memberikan yang terbaik untuk jabang bayinya.

Belum lagi saat sakitnya melahirkan yang merupakan perjuangan seorang wanita diantara hidup dan mati… insya Allah pahala besar bergulir di setiap desah nafasnya.

Dan perjuangannya tak berhenti saat itu, Allah masih saja mempercayakan kepadanya untuk menjadikan individu baru itu sebagai sosok yang dirindui oleh alam semesta. Insan shaleh/ sholehah dambaan ummat, yang senantiasa berbakti kepada Rabbnya menjalani setiap tuntunan dari Rasulullah SAW.

Dan pada saat itu sosok ibulah yang terbaik dalam perannanya, ialah yang memiliki keistimewaan perjuangan meskipun tak seistimewa Siti Asiyah Dan tak setangguh Aminah. Kasih sayang Ibu merupakan puncak nurani tertringgi atas dasar 9 perasaan dan 1 akal kedudukannya begitu istimewa. Hal tersebut menampik segala kejadian yang di luar akal sehat, ibu tega membuang anaknya ? atau bahkan pemperdagangkannya? Biadab diamanakah nurani ditempatkan, mengapakah jeritan hati itu di khianati, mengiris kisi kisi jiwa ! pedih…

Kemanakah keistimewaan rahiim itu di hempaskan,hanya saja unsure Rahiim ( sayang) itu tak pernah ada yang membuangnya, masih saja tersimpan pada hati-hati manusia sekejia apapun ia, namun kisi hati yang memuatnya terlalu pekat untuk menampakan cercahan nurani itu.

Namun percayalah, ibu masih tetap sosok yang terbaik, ketika tindakan sekeji apapun terhadp anaknya ia lakukan ada keresahan yang tak mampu ia redam, ia tak mampu mengelak ia sedih, ia menyesal…

Seorang Ibu tak pernah ingat peluh resahnya ketika ia hadapi masa sulitnya melahirkan dengan nyawa sebagai taruhannya , harap cemasnya tak mampu terbayar dalam harga semahal apapun, Ibu terlalu istimewa , tak pernah terbayang dalam benaknya untuk menuntut imbalan atas segala pengorbanan, ia pun tak pernah berharap suguhan penghormatan untuk setiap perjuanggannya . Ibu hanya menginginkan anaknya mampu berjuang menghadapi getirnya hidup, ia hanya ingin anak-anaknya tersenyum bahagia, tak peduli dengan desahnya yang kian hilang ibu selalu begitu…

Dalam do'anya Berkah Allah senantiasa mengalir, namun ia tak pernah harapkan bayaran atasnya, sujudnya di atas sajadah yang kian basah oleh derai tangisnya adalah sebuah tanda ia tak pernah berhenti uraikan rasa harap kepada Rabbnya untuk keselamatan anak-anaknya di dunia dan Akhirat.

Dan ia hanya sedikit menghiba “ semoga anak-anakku dapat menjadi investasi kehidupanku di akhirat…”

Itu lah Ibu, Rasulullah menempatkannya paling utama hingga ia menyebutnya sebanyak tiga tali sebagai tanda penekanan begitu mulianya sosok wanita perkasa itu, setelah itu baru ayah… maka apa lagi yang menghambat kita untuk senantiasa berbakti kepada nya, kepada keduanya, tak perlu resah akan keberadaannya yang tak lagi di dunia karena kesempatan untuk itu masih terbuka lebar dengan upaya kita mendo'akan kebaikannya di akhirat.

Oh…Bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hati ku….

Sekali lagi ia lah sosok yang istimewa, ia lah yang tebaik yang pernah setiap orang miliki , The best I ever Had…. 


Wassalam.sumber :internet 

Ramadan Bulan Kemenangan


Oleh : Badarali Madjid
Ramadan Bulan Kemenangan
1 September 2010
 
SEKARANG ini kita berada pada sepuluh akhir bulan Ramadan. Pada waktu sepuluh akhir Ramadan itu, Rasulullah SAW sekeluarga dan para sahabat beliau lebih meningkatkan lagi aktivitas amal ibadah untuk meraih Lailatul Qadar (malam kemuliaan), yaitu suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan.
 
Keutamaan Lailatul Qadar itu hanya diberikan oleh Allah SWT kepada umat Islam saja. Memang, bulan suci yang mulia ini merupakan bulan untuk memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bukan hanya itu, bulan Ramadan juga disebut sebagai ‘’madrasah Ramadan’’, mencetak umat manusia yang bisa mengendalikan hawa nafsu dalam hidupnya, dan menjalankan wahyu langit (Alquran) yang mengantarkannya kepada kedudukan yang mulia.


Pengendalian Nafsu

Manusia diciptakan Allah SWT dari dua unsur yang berbeda, yaitu unsur tanah dan unsur ruh. Ini jelas dalam penciptaan Nabi Adam dari tanah, dan peniupan ruh yang merupakan unsur langit diberikan Allah SWT (QS: Shad: 71-72).

Penciptaan manusia dari dua unsur ini sesuai dengan manusia yang hidup di alam materi dan alam ruh. Manusia hidup berinteraksi dengan tanah (bumi), dan kehidupannya juga berhubungan dengan langit (Tuhan). Manusia memerlukan hasil bumi berupa makanan, minuman, dan pakaian. Dan manusia juga memerlukan sesuatu yang diturunkan dari langit, yaitu wahyu.


Makanya, manusia diberi kemauan (nafsu) yang dapat membantunya untuk membangun bumi dan menikmati hasilnya, dan manusia juga diberikan kehidupan ruh (rohani), agar kehidupannya dapat naik menjadi tinggi hingga sampai hubungannya dengan Allah SWT.


Pengaruh nafsu yang ada pada diri manusia (unsur tanah) itu akan bisa menurunkan ketinggian derajat manusia hingga lebih rendah dari hewan. Dan unsur ruh (unsur langit) yang terdapat dalam jasad manusia itu akan bisa menjadikan derajat manusia itu menjadi tinggi hingga setara dengan para malaikat.


Agama berperan mengangkat undur ruh dalam jasad manusia dan mengalahkan unsur tanah (nafsu). Dan ini bukan suatu hal yang mudah, karena unsur tanah (nafsu) sungguh dominan dalam diri manusia, dan diri manusia itu lebih cenderung mengikuti kehendak nafsu.


Karena itu, manusia dituntut mengendalikan diri dengan sabar dan yakin hingga dirinya sampai pada tingkat kepemimpinan dalam agama (QS: al-Sajadah: 24). Dengan sifat sabar itu manusia akan sanggup melawan hawa nafsu, dan dengan sikap yakin itu manusia akan mampu menghadapi segala perkara syubhat yang ada dalam kehidupannya. Dengan begitu, seseorang itu baru bisa mendapat hidayah Allah SWT (QS: al-Ankabut: 69).


Islam mensyariatkan berbagai jalan kepada manusia, agar diri manusia mampu mengendalikan kekuatan unsur tanah (nafsu) yang ada pada dirinya. Di antaranya adalah segala amalan yang terdapat dalam rukun Islam, berupa salat, puasa, zakat, dan haji. Dan puasa merupakan jihad ruhani terbesar dalam diri manusia untuk mengendalikan dominasi nafsu dan mengarahkannya kepada jalan yang benar, sesuai dengan tuntunan unsur langit, ruh (wahyu).


Penyucian Diri

Satu bulan manusia melaksanakan puasa, mening-galkan kelezatan dan mengekang kehendak hawa nafsu. Makanya, bulan Ramadan itu disebut juga sebagai bulan penyucian diri manusia yang dikotori oleh berbagai kehendak hawa nafsu selama satu tahun dalam hidupnya. Bulan Ramadan itu juga sebagai ‘’toilet rohani’’, tempat mandi tahunan mencuci kotoran dosa. Seorang muslim akan keluar dari Ramadan itu dengan diri yang bersih dan suci, terampun dosa-dosanya yang telah lalu (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Sebagaimana ibadah salat merupakan ‘’toilet ruhani’’ harian, membersihkan diri dari dosa-dosa yang pernah dilakukan seseorang dalam kesehariannya. Bukan hanya itu, Ramadan juga dihiasi dengan qiyam al-lail dengan melaksanakan salat tarawih pada malamnya, membuat seseorang merasakan melaksanakan penyucian diri siang dan malam selama bulan Ramadan.


Syukur Nikmat

Di Bulan Ramadan, manusia merasakan nilai dari nikmat Allah SWT. Karena limpahan nikmat tidak terasa, kecuali setelah nikmat itu hilang. Makanya orang mengatakan, kesehatan itu mahkota yang terletak di kepala orang yang sehat, tapi hanya bisa dilihat oleh orang yang sakit. Seorang muslim yang lapar dan haus di siang Ramadan, di saat berbuka, baru dia merasakan tingginya nilai nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepadanya.

Benar kata Rasulullah SAW, kebahagian seorang yang berpuasa itu ada pada ketika dia berbuka, dan ketika dia berjumpa dengan Allah SWT di akhirat kelak (HR Imam Muslim dan Imam al-Tirmizi). Maka bulan Ramadan juga mengajarkan kepada umat manusia untuk pandai mensyukuri nikmat yang dikaruniakan Allah SWT kepadanya.


Kepedulian Sosial

Puasa Ramadan juga menumbuhkan rasa kepedulian sosial pada diri seorang muslim. Dia merasakan perihnya derita yang menimpa fakir miskin yang diterjang lapar siang dan malam. Dengan begitu, timbul rasa kepedu-liannya membantu orang yang hidup dalam kesusahan. Bahkan Rasulullah SAW walaupun hidup dalam kesederhanaan, tapi beliau orang yang sangat dermawan pada bulan Ramadan (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Diriwayatkan juga, Nabi Yusuf tidak pernah makan hingga kenyang, sekalipun dia dipercayakan memegang kekayaan negeri Mesir. Saat ditanya, beliau menjawab, dikhawatirkan makan hingga kenyang itu akan membuat manusia lupa akan penderitaan fakir miskin (Syaikh Yusuf al-Qaradhawi: Syahr Intishar al-Insan).


Jadi, setelah Ramadan berlalu, akan terjadi peningkatan dalam kehidupan seorang muslim, dengan peningkatan akal yang dipenuhi ilmu pengetahuan, peningkatan hati dengan iman dan takwa, peningkatan kehidupan masyarakat dengan semakin kuatnya ukhuwah Islamiyah antara sesama mereka, peningkatan tekad dengan berlomba kepada kebaikan.


Dengan begitu, akan nampak puasa Ramadan itu melahirkan seorang muslim yang mendapatkan kemenangan dalam mengen-dalikan hawa nafsu dunia, menjadi seorang muslim yang takwa kepada Allah SWT (QS: Al-Baqarah: 183). Semoga bulan suci Ramadan ini merupakan bulan kemenangan bagi seluruh umat Islam, amin.***



H Badarali Madjid Ketua Tanfiziyah PWNU Riau 
sumber : www.riaupos.com 
 

Riaupos.com | newlook v2010 beta :: Berita - DPR Warning PTPN V, Laba Anjlok Rp265 Miliar

Riaupos.com | newlook v2010 beta :: Berita - DPR Warning PTPN V, Laba Anjlok Rp265 Miliar

Sabtu, 07 Agustus 2010

Cangkir yang Cantik


Assalamualaikum wr wb.

Cangkir yang Cantik


Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "belum !"

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.

Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

***

Teman, seperti inilah Allah membentuk kita. Pada saat Allah membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi Allah untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan Allah.

Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Allah sedang membentuk Anda. Bentukan -bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai.Anda akan melihat betapa cantiknya Allah membentuk Anda.

Wassalam.sumber:internet


Rabu, 04 Agustus 2010

Memeluk Malam

Memeluk Malam

Malam yang kelam

Tetaplah malam
Bungkam yang bersemayam
Aku kian tenggelam
Hilang dalam temaram
Memeluk rahasia malam
Gerhana hati mewarnai hitam
Kian malam kian dalam
Kisah-kisah buram
Tergambar dari masa silam
Merangkak pelan sampai bagun dengan kokok ayam
Hukum alam
Hitam menghadirkan kelam
Aku mati dalam gumam
Kembali diam, memeluk rahasia malam

BLOK N

7 Juli 2010
Aku dan Kisah Silam